MEREGUK OKSIGEN TERBAIK DI DUNIA DI GILIYANG

Amanat – Inilah pulau dengan kadar oksigen terbaik di dunia. Di belahan dunia lain, untuk bisa mendapatkan oksigen berkualitas seperti ini harus

“Subhanallah, indah sekali,” gumam H. Masfuk, Ketua DPW PAN Jawa Timur saat mengunjungi beberapa spot wisata di Giliyang. Sudah tak terhitung berapa kali ia mengucapkan kalimat tersebut. Tak Nampak raut kelelahan di raut mukanya, meski untuk mencapai spot-spot tersebut cukup menguras tenaga.

Didampingi beberapa pengurus harian DPW PAN Jawa Timur dan Kepala Desa Banraas H Mathor, Masfuk berkesempatan untuk mencicipi oksigen terbaik itu. “Karena di sini menurut uji laboratorium yang kami dapatkan, Pulau Giliyang memiliki oksigen tertinggi nomor dua di dunia, sehingga kemungkinan orang bisa hidup lebih sehat dan panjang,” tuturnya.

Waktu terbaik untuk bisa merasakan dan menikmati sensasi oksigen terbaik di dunia itu adalah dini hari hingga sebelum masuk waktu subuh. Inilah kesempatan yang tak pernah disia-siakan oleh wisatawan yang mengunjungi Giliyang.

Saat malam, suasana Giliyang memang lebih banyak gelap lantaran aliran listrik di tempat ini hanya mengandalkan solar-cell jadi titik penerangan lampu masih lumayan terbatas. Sebagaimana dituturkan oleh Kepala Desa Banraas, sebenarnya ada 17 spot yang sudah diuji oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebagai titik oksigen, namun hanya beberapa yang diberi tanda secara khusus karena pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Gili iyang - MEREGUK OKSIGEN TERBAIK DI DUNIA DI GILIYANGSelama enam bulan LAPAN memang telah melakukan melakukan riset secara khusus di Gili yang. Hasilnya ditemukan 17 titik oksigen dengan kadar berkisar 3,3 persen hingga 4,8 persen di atas normal. “Caranya bukan dihirup, tapi dirasakan di tubuh. Rasanya seperti ada udara yang menyentuh tubuh secara perlahan lalu merasuki poripori secara lembut. Segar sekali karena seluruh tubuh teraliri oksigen. Tubuh makin rileks,” terang Masfuk sambil menambahkan jika hal itu potensi yang sangat luar biasa yang jika dikelola dengan pas bisa menjadi wisata internasional. “Kapasitasnya sudah selevel wisata internasional,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan