Sel. Okt 15th, 2019

Merebut hati milenial (1): Elemen penting pemenangan PAN yang kritis dan obyektif

2 min read
online - Merebut hati milenial (1): Elemen penting pemenangan PAN yang kritis dan obyektif

Amanat – Saat ini, pengaruh keberadaan generasi milenial tanpa kita sadari tengah berlangsung begitu kuat. Ekspansi dan perkembangan teknologi digital dan online telah mempengaruhi secara kuat lanskap sosial politik di tanah air.

Berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik pada tahun 2020 penduduk Indonesia mencapai 268 juta dan akan mencapai 305,6 juta di tahun 2035.

Persentase penduduk Indonesia yang tinggal di Pulau Jawa menurun dari 57,4% pada tahun 2010 menjadi 54,7% pada tahun 2035.

Sebaliknya Persentase penduduk yang tinggal di pulau-pulau lain meningkat, seperti, Pulau Sumatera naik dari 21,3 % menjadi 22,4 %, Kalimantan naik dari 5,8 % menjadi 6,6 % pada periode yang sama.

Berdasarkan proyeksi piramida penduduk Indonesia yang dilakukan BPS tersebut menunjukan di tahun 2020 penduduk Indonesia paling banyak akan berada di rentang usia 15 – 39 tahun. Tahun 2020 Penduduk Indonesia yang berusia 15 – 39 tahun sebesar 39.64%.

Dalam konteks politik, prediksi yang dilakukan oleh BPS ini menguatkan hipotesa bahwa jumlah pemilih dalam pemilu 2019 akan didominasi oleh generasi milenial. Milenial yang lahir dalam rentang 1981 – 1999 ini akan berusia 20 – 38 tahun dan jumlahnya mencapai sekitar 86 juta jiwa atau dengan kata lain 48% pemilih pada pemilu 2019 adalah generasi milenial, sebuah jumlah pemilih yang sangat menggiurkan.

Sebagai generasi yang lahir dan tumbuh dalam lingkungan serba digital, nyaris hampir seluruh aktivitas kehidupan mereka ditandai oleh penggunaan internet dan berbagai aplikasi dunia maya.

Walhasil generasi milenial ini telah membentuk berbagai kebiasaan yang membentuk sebuah dunia, kebudayaan, tradisi dan gaya hidup baru. Mereka terkoneksikan secara universal dan menyebut diri sebagai netizen. Generasi ini mempunyai mindset dan tingkah laku yang khas, berbeda dari generasi-generasi sebelumnya.

IMG 0055 - Merebut hati milenial (1): Elemen penting pemenangan PAN yang kritis dan obyektif
Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno

Di Indonesia, saat ini jumlah mereka diperkirakan mencapai hampir 40 persen dan akan terus meningkat tajam. Mereka tidak hanya konsumtif namun juga produktif.

Bagaimana strategi PAN dalam merangkul kaum muda dan terutama Netizen, generasi yang akrab dengan internet ini? Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno memaparkan;

“Ada pepatah mengatakan, generasi tua berbicara tentang sejarah tapi generasi muda akan menentukan arah sejarah. Kami melihat bahwa anak muda akan menjadi salah elemen penting dalam pemenangan partai.

Ini bisa dilihat bahwa pengguna internet di Indonesia tahun 2014 mencapai hampir 90 juta orang, yang mana sebagian besar di dominasi generasi muda ( rentang usia 18 – 35 tahun ). Dari gambaran ini, kami memang harus bisa aktif terlibat dalam komunitas komunitas dan masyarakat netizen. Tentu kami tidak bisa melakukan komunikasi ‘hard sell ‘ , karena netizen ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan masa akar rumput. Mereka lebih kritis tapi sekaligus obyektif dalam melihat permasalahan. Dari percakapan yang terjadi di social media, kita bisa memahami persoalan bangsa ini serta memetakan langkah langkah partai.” cw

1 thought on “Merebut hati milenial (1): Elemen penting pemenangan PAN yang kritis dan obyektif

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.