Merawat Pengetahuan Di Partai Politik

AMANAT – Diajeng Absarin Qisty, SKM, lahir dan besar dalam lingkungan tradisi NU yang cukup kuat. Ia kemudian menjelma menjadi sosok yang ceria, ramah, dan terbuka dengan banyak pengetahuan. Bergabung dengan PAN Jawa Timur memberinya pengetahuan-pengetahuan baru yang diingininya itu.

Saat banyak orang pesimistis terhadap dunia politik, ia justru memlilih menyalurkan rasa penasarannya akan berbagai pengalaman itu dengan bergabung Partai Amanat Nasional (PAN) – Jawa Timur. “Justru sikap ambivalen masyarakat terhadap partai politik itulah yang mendorong rasa penasaranku untuk bisa terlibat lebih jauh. Menurutku, tak bisa hanya melihatnya dari luar dan larut dalam penilaian-penilaian yang berkembang,” papar Ajeng.

Ajeng merasa mendapatkan banyak hal dengan bergabung dalam kepengurusan DPW PAN Jawa Timur. “Ada skill komunikasi yang tidak bisa aku peroleh di komunitas lain atau organisasi lain selain di partai politik. Politik sendiri sejatinya adalah seni hidup, dari hal ini aku bisa belajar bagaimana membangun relasi atau mencermati kepentingan dan berkomunikasi untuk membangun jalan kompromi,” urainya.

Menariknya, Ajeng ternyata lahir dan besar dalam didikan tradisi NU yang sangat kuat. Bahkan, kakeknya adalah salah satu pendiri sebuah yayasan milik NU yang mengelola rumah sakit dan sebuah universitas ternama di Surabaya.

“Tak bisa dipungkiri memang, selama ini citra yang melekat kuat kan PAN ini partainya Muhammadiyah. Tapi selama bergabung di sini (PAN Jatim, red) aku tak merasakan demikian, justru sebaliknya aku merasa partai ini sangat terbuka. Dan semua yang terlibat di sini membuatku sangat nyaman untuk berkiprah melalui partai ini,” paparnya.

Sikap skeptis memang sempat dilontarkan oleh keluarga besarnya atas pilihannya bergabung di PAN. Namun Ajeng bisa meyakinkan mereka dan menunjukkan bahwa pilihannya tidak salah, seiring dengan pemahamannya tentang partai politik yang diperolehnya dari aktifitasnya bersama PAN Jawa Timur. cw

Tinggalkan Balasan