Mengunjungi ‘Pesantren Dolly’ (3-habis): Ingin punya gedung sendiri

Amanat – Pesantren Jauharotul Hikmah tidak hanya menerapkan disiplin ketat pada guru, tetapi juga pada para siswa. Mereka yang tidak datang mengaji tujuh hari tanpa kabar akan dikeluarkan. Menurut Nasih dan kawan-kawan, sekolah yang maju adalah yang disiplinnya tinggi.

Nasih benar. Dari awalnya sulit mencari anak yang mau mengaji, saat ini justru tak kurang seratus lima puluh anak mengaji di JH. Mereka terdiri dari anak PSK, anak mucikari, anak hasil hubungan gelap, anak pelaku usaha karaoke, dan warga sekitar.

“Ngaji di sini enak. Banyak teman, guru-gurunya juga asyik,” ujar Devi (16), anak mantan mucikari, yang sudah tujuh tahun menjadi siswa di JH.

Anak-anak tersebut dibagi menjadi tiga kelompok berdasar usia; PAUD/TK, SD, serta SMP/SMA. Anak-anak seusia PAUD/TK mengaji setiap pukul 15.00 – 16.00 di rumah Putat Jaya IV B Timur/4. Disusul anak-anak seusia SD sampai Maghrib tiba.

Sementara kelompok SMP/SMA mengaji seusai Magrib hingga sekitar pukul 19.30. Tempatnya di dua rumah di Jalan Putat Jaya, salah satunya di toko milik Nasih. Kelompok senior ini mengaji secara lesehan di antara tumpukan barang-barang dagangan.

“Untuk syiar, mereka harus berkumpul di sini sebelum mengaji. Baru setelah itu menuju tempat ngaji masing-masing,” jelas Ustadz Nasih.

Dari tiga rumah pada jam-jam itu lah lantunan ayat-ayat suci Al Quran terdengar. Beradu dengan dentaman musik karaoke di sekitarnya. Termasuk dari dua rumah yang berada persis di samping kanan dan kiri Pesantren JH.

Mereka mengaji di tiga tempat yang berbeda karena rumah utama JH tidak lagi bisa menampung. Keinginan untuk memiliki gedung pesantren sendiri pun muncul. Harapannya, kelak tidak sampai terusir dari rumah yang dipinjam sekarang.

Kebetulan, Wisma Karaoke Harmony yang terletak persis di samping pesantren, dijual seharga Rp. 300 juta. Bak menyambut bola emas, para pengurus JH pun kumpul-kumpul dana untuk membelinya. Mereka juga mengundang siapa saja untuk ikut berwakaf amal shaleh membeli rumah tersebut.

“Kami menjual wakaf amal shaleh berkelanjutan ini kepada seluruh masyarakat yang berkenan membantu keberlangsungan pendidikan di JH. Berapa pun nilainya akan kami terima,” kata Nasih. HK

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan