Sen. Sep 28th, 2020

Mengawali, Mengarungi, & Mengakhiri Kongres

2 min read
DSC09207 - Mengawali, Mengarungi, & Mengakhiri Kongres

Oleh : Adhitiya Chandra*

PAN adalah termasuk partai pelopor demokratisasi Indonesia di era reformasi ini.

Betapa tidak, PAN lahir sebagai Partai yang di dalamnya berkumpul orang-orang bersepakat untuk mengimplementasikan demokrasi paska kejatuhan Orde Baru yang diyakini banyak kalangan sebagai era yang tidak demoratis.

Kader-kader PAN seharusnya meyakini keberadaan partai ini adalah sarana efektif pembentuk government of people, by people dan for people, demi kemaslahatan politik dan kesejahteraan masyarakat.

Karenanya, Kader di dalam Partai ini seharusnya adalah kader-kader yang sudah memahami dan menghormati prinsip-prinsip demokrasi dengan baik.

Keyakinan ini secara internal diuji setiap lima tahun sekali di saat Konggres. Apakah Kader-kader PAN konsisten dengan demokrasi sebagai The Way of Politic untuk mewujudkan PAN sebagai partai nasionalis religius ataukah sebaliknya.

Sebagai partai nasional religius yang demokratis, seharusnya PAN beserta seluruh kader-kader-nya mampu melampaui pesta demokrasi internalnya di dalam konggres dengan demokratis, visioner, gembira, dengan tetap teguh menjaga nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas nya.

Ber-konggres dengan demokratis artinya seluruh Kader PAN bahagia dalam kesamaan, namun tetap tasamuh (toleran) dalam perbedaan.  Maksimal mencurahkan segala daya upaya mengikuti konggres, namun bersiap juga tetap menjaga persaudaraan sebelum, semasa dan setelah Konggres.

Di dalam pemilihan ketua umum, nama-nama yang sudah beredar sesungguhnya adalah nama-nama yang sudah punya kontribusi, dan mempunyai kapasitas untuk maju sebagai calon ketua umum. Semuanya kader-kader terbaik. Berbeda pilihan itu biasa di dalam demokrasi, tapi memutuskan persaudaraan saat dan setelah pemilihan menunjukkan ketidak-dewasaan di dalam berdemokrasi.

Ber-konggres dengan visioner, artinya bahwa Kader PAN memahami bahwa konggres bukan hanya pemilihan ketua umum saja, mengejawantahkan platform kita dalam bentuk Langkah-langkah strategis partai dalam 5 tahun yang akan datang agar menjadi partai besar yang tetap konsisten mengusung dan memperjuangkan amanat rakyat harus mendapatkan porsi perhatian yang TIDAK BOLEH  diabaikan.

Ber-konggres dengan gembira. Saya suka menggunakan diksi “woles aja lah”. Tidak usahlah mem-viral-kan di kalangan internal Partai pilihan kata atau frasa yang tidak menggembirakan. Sebagai contoh ungkapan “siap mati”, suasana panas” ataupun pilihan-pilihan frasa yang kontradiktif dengan arti kata pesta yang menyenangkan. Karena sebagai mana saya ungkapkan di atas, bahwa kita sedang akan melaksanakan pesta demokrasi internal kita.

Ber-konggres dengan nilai nasionalisme dan religius, bahwa apa yang kita pikirkan, apa yang kita pilih baik ketua umum maupun program strategis nantinya adalah selaras dengan kepentingan bangsa,  serta tidak melanggar nilai-nilai religiusitas negara yang menjadikan sila pertama ideologi negaranya berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Kita Ber-konggres diawali saat ini dengan niat yang lurus, mengarungi konggres dengan ijtihad yang maksimal, dan harus mampu mengakhiri Konggres dengan rasa syukur.

Semoga….

Wallahua’lam

*Kader PAN Kabupaten Nganjuk

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.