14 April 2021

99 views

Mengantar Kepergian Ali Taher, Politisi Berintegritas dan Pejuang Islam

3 min read

Amanat – Politisi senior dan Ketua Fraksi PAN MPR RI, Dr. Ali Taher Parasong, meninggal dunia, Minggu (3/1/2021). Sosoknya yang inspiratif dan ramah kepada siapapun membuat kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi seluruh kader PAN.

“Kita semua kader. Mulai pimpinan sampai kader, sangat kehilangan sosok Pak Ali Taher,” kata Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur, Dr. Basuki Babussalam.

Menurut Basuki, Ali Taher merupakan kader senior PAN yang inspiratif karena lintas pikirannya sering memberikan pencerahan. Ali Taher juga dikenalnya sebagai sosok yang sangat peduli dan ramah terhadap siapapun.

Selain itu, anggota Komisi VIII dan Baleg DPR RI itu merupakan sosok yang mudah diajak berkomunikasi. Mau menjalin komunikasi dengan kader PAN se-Indonesia.

“Beliau sering menjadi rujukan dan tempat sambat banyak orang. Dan beliau hampir selalu menjadi tempat berlabuh yang sangat membahagiakan,” ujar Basuki.

Ali Taher meninggal dunia pada pukul 14.00 WIB di Rumah Sakit Islam Jakarta, Cempaka Putih. Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI itu dirawat di rumah sakit sejak 27 Desember 2020.

“PAN berdukacita yang amat mendalam atas berpulangnya Bapak Dr Ali Taher Parasong, Ketua Fraksi PAN MPR RI, anggota Komisi VIII, dan Baleg. Beliau masuk rumah sakit pada tanggal 27 Desember 2020. Dugaan awalnya, beliau terinfeksi virus Covid-19,” kata Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan.

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dalam pesan yang diteruskan Wasekjen PAN Soni Sumarsono, menyampaikan kesaksian bahwa Ali Taher adalah pejuang Islam dan orang yang baik. Zulkifli juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah.

“Doa kami semua untuk saudaraku Al Fatehah insyaAllah husnul khotimah. Kami yang berduka Zulkifli Hasan. Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa’afihi, wa’fu ‘anhu,” harapnya.

“Kita doakan semoga beliau husnul khatimah dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan, amin,” tutup Zulkifli Hasan.

Ali Taher Parasong lahir di Lamakera, Solor Timur, Flores Timur, 9 Februari 1961. Peneliti politik dan sosial keagamaan CIDES, Harun Songge, dalam tulisan untuk mengenang almarhum, menyebut Ali Taher yang yatim dan miskin, meninggalkan kampung dan bermigrasi ke Jakarta sejak kelas tiga SD.

Di Jakarta, ia belajar sambil membantu pihak sekolah menyiram taman di halaman sekolah. Ia menyiapkan minuman untuk para guru. Ketika di SMP dan SMA, ia aktif di OSIS, Remaja Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Setelah lulus dari SMA, Ali Taher melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta. Ia kemudian berkiprah di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan usai itu aktif di Pemuda Muhammadiyah. Ia menjabat Sekjen Pemuda Muhammadiyah saat Prof Din Syamsuddin duduk sebagai Ketua Umum.

Karir politiknya dimulai ketika menjabat sebagai anggota MPR RI (1997-1999). Pada Pemilu 2014 ia terpilih menjadi anggota DPR RI lewat PAN. DI partai ini ia menjabat sebagai salah satu ketua DPP sejak 2005 hingga 2020 ini.

Menurut Harun Songge, Ali Taher tumbuh menjadi politisi berkarakter tegas tapi santun, terpelajar, terdidik dan berintegritas layaknya Abu A’la Al-Maududi di Pakistan atau M Natsir di Indonesia. Dialah sejatinya politisi Indonesia, berbicara di atas landasan konstruksi iman, ilmu dan akhlaq.

“Sebagai politisi senior, ia hadir mewakili suara bangsa. Ia berbicara saat anggota kabinet, parpol tengah banyak yang bungkam di bawah kendali oligarki dan kekuatan modal,” tulis Harun dalam ‘Ali Taher: Ikhtiar yang Tak Pernah Padam’. HK

Leave a Reply

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.