Sen. Sep 28th, 2020

Melihat Keunikan Masjid-Masjid Kuno di Tanah Bagelen (4-Habis): Masjid Santren, Hadiah Istri Sultan Agung

2 min read
IMG 20200503 142746 - Melihat Keunikan Masjid-Masjid Kuno di Tanah Bagelen (4-Habis): Masjid Santren, Hadiah Istri Sultan Agung

Amanat – Masjid Santren berada di tengah-tengah pemukiman penduduk Dusun Pesantren, Desa Bagelen, Kecamatan Bagelen, Purworejo. Masjid ini dibangun saat Kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaannya (1613 -1645).

Kala itu, seorang sesepuh Bagelen bernama Kyai Baidlowi, berjasa besar membantu Mataram melawan Belanda. Atas jasanya itu, istri Sultan Agung menghadiahkan sebuah masjid. Sebagai arsitek pembangunannya ditunjuk Khasan Muhammad Shuffi.

Pemberian hadiah masjid kepada masyarakat Bagelen juga menunjukkan bahwa wilayah ini merupakan daerah penting bagi Mataram. Bagelen yang memiliki Sungai Bogowonto dipandang sebagai benteng terakhir pertahanan Mataram.

“Pemberian hadiah masjid ini mungkin dimaksudkan untuk menjaga hubungan baik karena Bagelen merupakan benteng pertahanan strategis,” kata R. Widodo Haryoko, pemuka Masjid Santren yang merupakan keturunan ketujuh Kyai Baidlowi.

IMG 20200503 140254 - Melihat Keunikan Masjid-Masjid Kuno di Tanah Bagelen (4-Habis): Masjid Santren, Hadiah Istri Sultan Agung
Ruang utama Masjid Santren ditopang oleh 4 soko guru terbuat dari kayu jati berdiameter 40 cm.

Salah satu putra Kyai Baidlowi, RKH Chasan Mochibat, dan istrinya, dimakamkan di samping utara Masjid Santren. Sementara di barat masjid, terdapat makam Khasan Muhammad Shuffi.

Masjid yang berjarak sekitar 160 meter sebelah timur Sungai Bogowonto ini memang dikelilingi oleh komplek pemakaman. Makam di sebelah utara dan selatan adalah makam-makam bercungkup. Sedangkan yang di sebelah barat merupakan makam terbuka.

Dari sekian makam, makam RKH Chasan Mochibat dan istrinya yang terpenting karena terdapat prasasti di dalamnya. Prasasti beraksara dan bahasa Arab dengan angka tahun berbeda tetapi arti sama. Bila diartikan isi prasastinya sebagai berikut; “Bagi kami dan bagimu telah diampuni oleh Allah”.

Menurut R Widodo, pada saat tertentu banyak orang yang datang untuk beriktikaf di Masjid Santren. Juga berziarah di makam RKH Chasan Mochibat dan Khasan Muhammad Shuffi.

IMG 20200503 140127 - Melihat Keunikan Masjid-Masjid Kuno di Tanah Bagelen (4-Habis): Masjid Santren, Hadiah Istri Sultan Agung
Mimbar kuno berbentuk tandu berhias ukiran motif ukel dan sulur-suluran.

“Kebanyakan yang datang adalah orang-orang yang sedang berburu jabatan. Karena itu saat masa pencalegan atau menjelang pilkada, masjid ini ramai pengunjung,” ungkap Widodo.

Seperti masjid-masjid kuno lain di Bagelen, dalam ruang utama Masjid Santren berdiri 4 soko guru. Keempatnya dibuat dari kayu jati utuh berdiameter 40 cm yang berfungsi sebagai penyangga atap tumpang.

Mengelilingi 4 soko guru, berdiri 12 soko rowo yang sebagian sudah tertutup tembok. Terdapat ukiran pada bagian sunduk kili dan pengeret yang menghubungkan soko guru dan soko rowo.

IMG 20200503 140155 - Melihat Keunikan Masjid-Masjid Kuno di Tanah Bagelen (4-Habis): Masjid Santren, Hadiah Istri Sultan Agung
Prasasti berhuruf dan berbahasa Arab terpahat di salah satu soko rowo.

Ukiran flora yang sangat cantik juga terpahat di blandar-blandar penutup langit-langit. Sedangkan mimbar kuno berbentuk tandu, dihias ukiran dengan motif ukel dan sulur-suluran.

Di salah satu soko rowo di dekat mihrab, terpahat sebuah prasasti berwarna putih berhuruf dan berbahasa Arab. Arti isi prasasti kurang lebih sebagai berikut;

“Masjid ini dibangun di negeri yang agung untuk leluhur yang sudah meniggal atas perintah istri Sultan Mataram. Diberikan kepada Ustadz Baidhowi dan sebenarnya yang membangun masjid ini adalah Khasan Muhammad Shuffi. Semoga dia mendapat ridho Allah berupa nikmat dunia dan akhirat dan ditetapkan imannya”. HK

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.