Megawati – Zulhasan gelar pertemuan bahas amandemen UUD 1945

Amanat – Ketua MPR Zulkifli Hasan menerima kunjungan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Rombongan UKP-PIP dipimpin Ketua Dewan Pakar Megawati Soekarnoputri, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Ketua MK Mahfud MD, Romo Benny Susetyo dan beberapa anggota lain.

Disebutkan, pertemuan MPR dengan UKP-PIP ini untuk membahas penyempurnaan naskah draf Garis-Garis Besar Haluan Pembinaan Ideologi Pancasila (GBH-PIP). Pertemuan digelar tertutup, dimulai pukul 10.05 WIB. Membuka acara, Zulkifli menyapa Mega, yang duduk di sebelahnya.

“Ibu Megawati yang terhormat, terima kasih atas kehadirannya bersama Pak Try Sutrisno dan jajaran hadir mengunjungi MPR,” ucap Ketum PAN itu.

Dalam pertemuan tertutup itu, keduanya membahas tentang persoalan yang sering terjadi di Indonesia. Seperti hilangnya nilai-nilai luhur dan masalah mekanisme pemilihan kepala daerah serta usulan amendemen Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD) 1945.

Zulkifli menegaskan bahwa usulan amendemen itu diberikan hanya sebatas haluan negara beserta turunannya, tidak mencakup Pasal 7 terkait masa jabatan presiden dan wakil presiden.

Usulan amendemen ini berdasarkan berbagai usulan masyarakat karena banyak persoalan kebangsaan yang bisa dibenahi melalui amendemen terbatas UUD 1945.

“Amandemen terbatas itu perlu. Nanti itu akan kita konsultasikan,” ujar Ketua MPR RI Zukifli Hasan.

“Ada masukan kita membicarakan UUD ’45. Sebagian publik meminta kembali ke naskah UUD ’45 asli sebagian lagi menginginkan tetap,” kata Zulkifli saat membuka pertemuan di kompleks parlemen, Jakarta.//cw

Tinggalkan Balasan