Sel. Okt 15th, 2019

Mahfud MD : Ada pertimbangan peluang politik di balik mundurnya Azwar Anas

2 min read
Mahfud MD 696x404 - Mahfud MD : Ada pertimbangan peluang politik di balik mundurnya Azwar Anas

Amanat – Abdullah Azwar Anas dikabarkan mundur dari bakal calon wakil gubernur Jawa-Timur. Tokoh Nahdlatul Ulama Mahfud MD menilai mundurnya Anas disebabkan pertimbangan dan peluang politik pada Pilgub Jawa Timur mendatang.

“Mundurnya Anas ini mengagetkan juga bagi saya. Cuma perhitungannya, saya kira karena Syaifullah Yusuf dan Azwar sama kantong perolehan suaranya,” kata Mahfud saat ditemui media di kantor Gubernur DIY, Kompleks Kantor Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (5/1/2018).

Menurut Mahfud, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Anas memiliki dukungan suara yang sama yakni dari kantong Nahdliyin di wilayah Tapal Kuda. Namun mereka tidak memiliki kantong suara yang kuat di Mataraman.

“Daerah itu kosong sehingga diperlukan yang agak `merah` atau tidak terlalu `hijau`,” kata Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Padahal rival mereka, Khofifah, memiliki dukungan suara yang cukup kuat juga di Tapal Kuda. Sedangkan suara dari Mataraman bisa diraup oleh pasangan Khofifah, Emil Dardak yang genus politik-nya agak PDIP serta berdarah Nahdliyin juga.

Berdasar perkiraan itu, Mahfud pun memaklumi bila kemudian muncul isu pencalonan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk menggantikan posisi Anas.

“Memang perlu orang PDIP lalu sebabnya dimunculkan nama Tri Rismaharini, menurut saya itu perhitungannya,” kata dia.

Nama Walikota Surabaya Tri Rismaharini memang mengemuka seiring kabar mundurnya Anas. Wakil Sekjen PKB Maman Imanulhaq menyebut Risma bakal menggantikan posisi Bupati Banyuwangi tersebut sebagai bakal calon wakil gubernur Jawa Timur.

Maman mengaku mendapat informasi tersebut dari Wakil Sekjen PDI-P Ahmad Basarah. Ia mendapatkan informasi rencana mundurnya Anas juga dari Basarah.

“Kemudian dari situ saya mendapat informasi bahwa yang gantikan Anas itu adalah Bu Risma. Tentu kami apresiasi kalau itu pilihannya karena Bu Risma ikut menambah elektoral nantinya,” kata Maman seperti dikutip Kompas.com, Jumat (5/1/2018).

Anas mundur dari pencalonan diduga berkaitan dengan beredarnya foto dirinya bersama seorang perempuan. Dalam foto yang beredar melalui instant messenger itu, terlihat seorang pria yang diduga Anas tengah memangku kaki wanita di dalam sebuah mobil. Di dekatnya juga tampak sebotol wine.  

Mengenai beredarnya foto tersebut, Anas sendiri sudah memberikan konfirmasi.  Anas menganggap ada proses pembunuhan karakter terkait polemik pencalonan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

“Jadi terkait apa yang jadi desus-desus itu, saya sudah biasa. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah saya terima sejak tahun kedua menjabat ketika saya menerapkan sejumlah kebijakan,” ujar Anas dalam keterangan tertulis, Jumat (5/1/2018). HK

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.