Konsep Dahsyat Khofifah – Emil untuk Perbaiki Pelayanan Publik di Jatim

Amanat.news – Dalam Debat Publik Pilgub Jatim putaran ketiga, yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Sabtu (23/6/), Khofifah – Emil Dardak mengungkapkan bahwa keduanya akan mengadaptasi konsep Citizen Charter di Jawa Timur.

“Citizen Charter sendiri adalah prakarsa politik dari Inggris, mengenai Tata Kelola Pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel,” kata Khofifah.

Saat ini Citizen Charter dianggap model paling ideal untuk menyelenggarakan pelayanan publik karena menempatkan citizen (warga) sebagai pusat pelayanannya.

Penerapan Citizen Charter bisa menjadi terobosan baru dalam menembus kebuntuan dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik terutama dalam segi pelayanan.

Citizen Charter menjamin pelayanan publik terlaksana lebih transparan, terkendali dan representatif karena di dalamnya melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan aturan-aturan pelayanan sesuai kesepakatan bersama.

Dengan Citizen Charter, masyarakat dapat melakukan kontrol atas penyelenggaraan pelayanan publik dan memastikan bahwa pelayanan publik berjalan berdasarkan kesepakatan bersama masyarakat.

Di sisi lain, penyelenggara pelayanan publik akan selalu berhati-hati dalam melakukan kegiatan pelayanannya kepada masyarakat mengingat mereka telah terikat kontrak yang telah disepakati bersama.

Kebutuhan serta kepentingan pengguna layanan ini harus menjadi pertimbangan utama, publik merupakan pusat dari layanan itu sendiri.

“Kinerja pemerintahan sudah terbantu dengan baik, tentu harus dikonfirmasi kembali pada layanan publik yang terukur dan bisa memberikan kepastian kepada warga,” tegas Khofifah.

Sebelumnya, pada acara yang sama, pasangan Khofifah-Emil siap memberikan beberapa sistem yang akan bekerja secara optimal. Salah satunya adalah Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).

“Sistem Layanan Rujukan Terpadu atau SLRT adalah layanan yang kami persembahkan kepada masyarakat Jiwa Timur jika kami diberikan amanah untuk memimpin Jawa Timur. Sistem ini akan membantu masyarakat agar dapat dengan mudah mengakses layanan-layanan publik,” jelas Khofifah.

Menurut wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial ini, sistem yang sudah Ia rencanakan itu telah teruji dengan sangat sempurna selama masa kepemimpinannya di Kementerian Sosial.

“Ini Sudah kami lakukan ketika kami menjadi Menteri Sosial. Ini bisa memudahkan seluruh masyarakat untuk bisa mengakses layanan publik dengan sangat cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Khofifah juga turut memastikan bahwa dirinya bersama Emil Dardak kelak juga akan seminimal mungkin memangkas ego sektoral di tubuh pemerintahan.

“Memasuki revolusi industri 4.0 butuh integrasi antar sektor agar tidak terjadi ego sektoral. Konektivitas antar sektor perlu diberikan secara transparan agar masyarakat yang akan mengakses layanan publik ini tidak merasa dipersulit,” pungkas Khofifah.//cw

Tinggalkan Balasan