Kisah Si ‘Mulut Beracun’, 2,5 tahun berada dalam siksaan tentara Inggris

Amanat – Namanya Sersan Mayor (purn) KKO Liem Wong Siu, orang mengenalnya sebagai Djoni Liem yang diambil dari nama Indonesianya Djoni Matiius.

Ia mendapat julukan “Semburan Mulut Beracun”. Julukan itu diberikan karena kemampuannya dalam meluncurkan beragam senjata rahasia seperti jarum, mata kail, silet maupun beras dari mulutnya.

Hebatnya, “daya bunuh” senjata-senjata rahasia dari mulut Liem ini bisa mencapai 80 meter. Jangankan tubuh manusia, benda sekeras pohon pun bisa tertancap dengan senjata yang meluncur deras dari mulutnya.

Karena kemampuan khususnya itu pula, pria kelahiran 3 April 1934, masuk dalam jajaran pasukan elit Korps Komando (KKO) Marinir dari satuan elite Intai Ampibi. Di jaman Liem, satuan elit ini bernama Batalyon KIPAM atau Komando Intai Para Ampibi. Hari ini, unit ini dikenal dengan sebutan Yon Taifib.

liem2 - Kisah Si ‘Mulut Beracun’, 2,5 tahun berada dalam siksaan tentara Inggris
foto: surabaya historical

Djoni Liem mengambil bagian dalam beberapa operasi militer penting seperti Operasi Dwikora di Irian Barat, penghancuran gerakan pemberontakan PRRI, DI/TII, terjun dalam operasi militer di Aceh serta yang terakhir ikut berjibaku dalam Operasi Seroja di Timor Timur.

Desingan peluru dan beratnya medan operasi ia lalui dengan satu semangat untuk mendarma bhaktikan dirinya bagi Ibu Pertiwi.

Sekali waktu, dalam operasi Dwikora Liem melakukan misi infiltrasi jauh ke dalam wilayah Malaysia. Ia menyamar sebagai rakyat biasa, dengan nama samaran Tan Chin Guan. Selama dalam tugas negara tersebut, Liem menikahi isterinya Djeni Nani yang merupakan warga negara Malaysia. Dengan piawai, prajurit Liem menjalani hidupnya sebagai seorang pedagang, jauh behind the enemy lines.

Dalam sebuah kegiatan mata-mata, Liem dan unitnya terdesak hebat. Ia sempat diselamatkan oleh penduduk setempat. Namun karena kelelahan yang hebat ia jatuh tertidur yang kemudian membuatnya terpedaya oleh tentara Inggris.

Saat membuka mata karena tertidur akibat kelelahan, moncong senapan sudah berada tepat di depan wajahnya. Liem pun digelandang menuju tahanan.

Siksaan demi siksaan berat ia alami. Tak ada ampun. Ia dipaksa untuk mengaku bahwa ia adalah anggota Marinir Indonesia. Hari-hari sengsara ia lewati selama 2,5 tahun. Tidak ada hari tanpa penyiksaan.

liem3 - Kisah Si ‘Mulut Beracun’, 2,5 tahun berada dalam siksaan tentara Inggris
foto: surabaya historical

Mental baja seorang prajurit komando benar-benar mengalir sudah mengakar di jiwanya. Jangankan mengaku, satupun informasi yang bisa membahayakan posisi Indonesia pun tidak pernah sekalipun meluncur dari mulutnya.

Tak kunjung mendapat pengakuan meski terus menerus disiksa, membuat pemerintah Malaysia memutuskan untuk menghukum mati Liem dengan cara digantung sampai mati. Namun Liem menolak keputusan ini. Ia memilih untuk ditembak sebagai seorang prajurit.

Ternyata, Tuhan telah memiliki rencana lain untuknya. Beda dengan dua rekannya anggota KKO lainnya, Harun dan Usman, yang harus menghadapi tiang gantungan pada 1967, Sersan Liem dibebaskan.//cw-sbyhistori

Tinggalkan Balasan