Khofifah sindir penggunaan atribut ‘darah biru’ yang dijadikan alat kampanye

Amanat – Di hadapan para wartawan, calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan jika dirinya sangat menyetujui larangan penggunaan atribut organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dalam pilkada.

“Saya setuju. Tolong diingatkan kalau ada yang menggunakan atribut itu. Aturan itu bisa dikawal dan semua bisa mentaati,” katanya saat menghadiri temu alumni dan seminar di Institut KH Abdul Chalim milik pesantren Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada Minggu (21/1) lalu.

Khofifah yang masih menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU itu juga kurang berkenan dengan faktor keturunan atau ‘darah biru’ yang dijadikan alat kampanye pilkada.

“Yang tidak boleh memberikan atribut itu yang (bilang) cucu siapa dan cicit siapa,” katanya.

Khofifah juga tak ingin jabatannya di NU sebagai ormas terbesar dibawa-bawa dalam politik untuk mendulang suara. “Di sini pun tidak ada yang bilang saya Ketua Umum Muslimat NU,” katanya.

Khofifah Indar Parawansa juga membantah selalu menggunakan pengaruhnya di Muslimat NU setidaknya dalam tiga kali jadi peserta Pilkada Jawa Timur. “Ibu-ibu Muslimat kalau dari dulu kita kampanye mereka tidak pakai seragam organisasi,” katanya.//cw

Tinggalkan Balasan