Ketua MPR: Syiar agama itu merangkul bukan memukul

Amanat  Saat menghadiri Milad ke-5 Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan disambut pimpinan Pondok Pesantern Ora Aji Gus Miftah dengan iring- iringan tarian tradisional khas budaya Yogyakarta.

Selama ini, Pondok Pesantren Ora Aji Sleman memang dikenal sebagai pesantren yang menggabungkan pendekatan agama dan kebudayaan.

Pendekatan budaya dilakukan melalui wayangan, pertunjukan musik sampai Reog Ponorogo.

Bang Zul – demikian Zulkifli Hasan biasa disapa – mengapresiasi hal tersebut dengan menyebut bahwa kebudayaan sebagai bagian dari cara, pola dan perilaku sehari-hari. Karena itu pesan Agama bisa disampaikan lewat budaya.

“Syiar agama itu mengajak dan bukan memaksa. Merangkul dan bukan memukul. Melalui kebudayaan, pesan-pesan agama bisa lebih mudah dipahami masyarakat,” kata Zulkifli.

Ketua MPR memberikan contoh syiar yang dilakukan oleh walisongo di masa lalu dengan melakukan pendekatan akulturasi agar Islam lebih mudah diterima masyarakat. “Sekarang waktunya syiar agama bisa lebih mudah diterima generasi muda zaman now itu,” ujarnya.

Secara khusus, Bang Zul meminta Pondok Pesantren Ora Aji untuk terus memperbaharui pendekatan dakwah Islamnya agar mudah diterima masyarakat.

“Terima kasih atas kehadiran Bang Zul di rangkaian milad Ora Aji. Mohon doa semoga Ora Aji bisa terus berbenah untuk menyebarkan manfaat,” tutur Gus Miftah mengapresiasi kunjungan Ketua MPR tersebut. //CW-infompr

Tinggalkan Balasan