Sab. Mar 28th, 2020

Ketua F-PAN Jatim: Padat Karya Bisa Antisipasi Ekonomi Terpuruk Akibat Covid 19

2 min read
0000137 bas - Ketua F-PAN Jatim: Padat Karya Bisa Antisipasi Ekonomi Terpuruk Akibat Covid 19

Dr. A Basuki Babussalam, Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur

Amanat – Ketua Fraksi PAN DPRD Jawa Timur A. Basuki Babussalam meminta Pemprov Jatim segera membuat terobosan untuk mengarahkan program-program normatif menjadi program padat karya. Pernyataan Basuki berkaitan dengan penyebaran virus corona yang dikhawatirkan mengganggu perekonomian di Jatim.

“Kita gerakkan program langsung kepada masyarakat, yang membuat ruang kepada masyarakat untuk berpartisipasi terutama yang belum punya pekerjaan atau pekerjaan tidak tetap untuk ke pelaksanaan program padat karya,” kata A. Basuki Babussalam di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura Nomor 1, Surabaya, Selasa (17/3/2020).

Menurut Basuki, salah satu dampak isu menyebarnya penyakit yang secara resmi disebut covid 19 itu adalah sumber perekonomian di masyarakat umum menjadi terbatas. Di sisi lain, kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran corona berimbas pada para pekerja kontrak yang tak memiliki pendapatan.

“Terlebih lagi saat ini bahan pokok juga naik,” ujar politisi yang juga menjabat Sekretaris DPW PAN Jatim itu.

Basuki menjelaskan, bila program padat karya dilakukan, Pemprov Jatim bisa menggunakan dana-dana yang saat ini digunakan untuk program-program normatif. Misalnya, dana desa yang jumlahnya ratusan triliun dan sudah disalurkan ke desa-desa, bisa dihentikan dulu untuk diarahkan ke program padat karya.

“Kita bisa gunakan dana desa yang jumlahnya ratusan triliun yang sudah disalurkan ke desa-desa. Idealnya kegiatan-kegiatan normatif dihentikan dulu,” imbuhnya.

Setelah menghentikan kegiatan-kegiatan normatif, lanjut Basuki, Pemprov Jatim harus membuka ruang seluas-luasnya dan transparan. Menurutnya, sekarang saatnya semua orang membangun empati dan menyelesaikan masalah dengan kebersamaan.

“Harus dihilangkan ego sektoral dan kepentingan-kepentingan yang kurang pas,” tegas Basuki.

Ditambahkan, pengalihan program normatif ke program padat karya pernah dilakukan Pemprov Jatim di era kepemimpinan Gubernur Imam Utomo. Saat itu, program padat karya berhasil membuat roda perekonomian masyarakat tetap hidup.

“Semua program pusat, propinsi, daerah hingga tingkat desa seluruhnya difokuskan untuk program padat karya,” pungkasnya. HK

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.