Kereeen… Novel karya mahasiswi Unmuh Malang, tembus rumah produksi film

Amanat – Novel berjudul EL karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hidayatul Fajriyah, menembus layar lebar yang diangkat sebuah rumah produksi ternama, Multivision.

Film yang bersumber dari novel bergenre romansa remaja itu diproduseri oleh Amrit Punjabi dan disutradarai oleh Findo Purwono HW dengan menggaet aktor dan aktris papan atas seperti Achmad Megantara dan Aurelie Moeremans.

“Sulit untuk percaya jika novel saya akan difilmkan,” kata Hidayatul Fajriyah atau yang dikenal dengan nama beken Luluh HF di Malang.

Kesempatan luar biasa ini, bakal dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Luluh. “Rencananya film EL akan gala premier di bioskop pada tahun ini juga,” kata mahasiswi Jurusan Manajemen Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis UMM tersebut.

Sebelumnya, gadis asal Lamongan ini sudah menghasilkan empat karya novel berjudul Delov, Devil Enlovqer, Genpro dan EL. Dan, novel yang berjudul EL itulah yang mendapat kesempatan untuk diangkat ke film layar lebar dengan judul yang sama.

Sejak duduk di bangku SMA, Luluk mengaku sudah gemar menulis. Sayangnya saat itu ia hanya bisa menpublish karyanya pada blog dan facebook. Dan, tidak lama ada penerbit nasional melihat kekuatan cerita pada bakat menulisnya.

Delov, novel pertama Luluk pun diterbitkan. Tidak disangka, respon yang didapat luar biasa. Setelah terbitnya Delov, novel-novel lain satu persatu juga menyusul naik cetak. “Awal masuk kuliah pada 2013, saya mendapatkan tawaran kontrak untuk menerbitkan tulisan yang ada di blog menjadi novel. Saya setuju dan pada 2014 terbitlah novel pertama saya yang berjudul Delov,” tuturnya.

Meski namanya makin dikenal dan karyanya disukai banyak orang, Luluk tidak ingin berhenti. Ia terus mengasah ide dan mencari gagasan cerita baru.

Ia juga menularkan gairah menulisnya itu kepada anak-anak muda lainnya. Di beberapa momen, ia senantiasa berbagi tips untuk semangat berkarya, Luluk berbagi tips menulis.

Menurutnya, dengan usaha yang sungguh-sungguh maka kemampuan menulis akan terasah. Menulis memang tidak mudah, namun ada empat kunci untuk bisa menulis dengan baik, yakni niat, usaha, doa dan konsisten. “Jika keempat poin tersebut dapat kita pegang dengan kuat, kita akan bisa menulis dengan baik dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.

Novel EL bercerita tentang seorang pengusaha muda yang sangat sukses bernama Mario Adipati Haling, namun di usianya yang mendekati angka 30 tahun, Mario belum pernah merasakan jatuh cinta, apalagi kisah percintaan dalam hidupnya.

Namun, pada suatu hari takdir mempertemukan Mario dengan gadis remaja yang memiliki sifat ajaib dan kepribadian penuh misteri, Dafychi Guanni Freedy.//cw.sumber:antara

Tinggalkan Balasan