Himbauan Ketua PGRI untuk para kepala daerah: Jangan peralat guru untuk kepentingan politik

Amanat – Tahun politik yang bakal berlangsung di 2018 menjadi perhatian khusus Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi. Mengingat tahun depan, ada 171 daerah yang akan melaksanakan Pilkada.

Ia mengeluarkan himbauan yang ditujukan kepada para kepala daerah untuk tidak memanfaatkan guru-guru demi kepentingan politiknya.

Unifah juga memberikan himbauan kepada seluruh guru yang menjadi anggota PGRI untuk tetap independen dan tidak bergabung dengan parpol mana pun.

Sudah rahasia umum, PNS termasuk guru sering menjadi alat politik incumbent.

Mereka sangat mudah diseret ke mana-mana karena berada di bawah incumbent.

Bahkan banyak di antaranya terpaksa ikut-ikutan karena takut dimutasi atau di-nonjob-kan.

“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh anggota PGRI, bahwa organisasi ini adalah kekuatan moral intelelektual. Basisnya profesiobalisme guru dan bukan politik,” ujar Unifah usai Nyekar di TMP Kalibata untuk memperingati Hari Pahlawan dan HUT PGRI ke-72 di Jakarta.

Independensi PGRI, lanjutnya, ditunjukkan dengan sikap pengurus pusat hingga daerah yang tetap independen dan bebas dari pengaruh politik.

Selain itu PGRI juga berkomunikasi dengan kepala daerah, jangan sampai guru yang tidak tahu apa-apa jadi korban.

Nah kesadaran ini yang kami sebut kesadaran kolektif. Kalau gurunya sadar, demikian juga pimpinan dari atas ke bawah sama-sama sadar, otomatis guru tidak bisa ditarik ke sana kemari,” tuturnya. cw-pgri

Tinggalkan Balasan