Hanafi Rais: Kalau Keamanan Data Hanya Pakai ISO Ya Nggak Benar

Amanat – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais, mempertanyakan jaminan perlindungan data pribadi dalam pelaksanaan registrasi kartu SIM.  Tidak bisa dibenarkan jaminan Perlindungan data pribadi yang hanya berdasarkan ISO.

“Kalau keamanan data hanya pakai ISO ya nggak benar.  Karena menyalahi ISO juga tidak ada sanksi,” kata Hanafi lewat pesan whatshapp kepada amanat.news, Kamis (2/11/2017) siang.

Menurut Hanafi, karena rentan penyalahgunaan data, seharusnya kebijakan tersebut dijamin melalui UU Perlindungan Data Pribadi. Masalahnya, UU yang merupakan inisiatif pemerintah tersebut baru akan diajukan dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2018.

“Selain itu, semua lembaga penjamin keamanan data dari Dispendukcapil sampai para operator harus diaudit. Ini untuk mengontrol pelanggaran yang mungkin dlakukan lembaga penjamin itu sendiri,” kata anggota Fraksi PAN itu.

Sebelumnya, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) menilai registrasi kartu SIM rentan penyalahgunaan data. Ini karena  peraturan data privasi di Indonesia masih sangat minim dan lemah. Belum ada jaminan kerahasiaan data pribadi dalam aturan akses data.

Berdasar himbauan pemerintah, registrasi kartu SIM harus dilakukan 31 Oktober 2017 hingga 12 November 2017. HK

Tinggalkan Balasan