Gayeng, Ngobrol Bareng Pemilih Zaman Now

Surabaya–Acara ngobrol bareng yang digagas oleh DPD PAN Surabaya di kantor Jl Indrapura Senin malam (30/10) berlangsung gayeng. Acara bertema Menjaring Pemilih Pemula didominasi soal “Generasi Now”

Hadir sebagai pembicara, Basuki Babussalam Sekretaris DPW PAN Jatim, Dhimam Abror wartawan senior, Arif An ketua Karang Taruna, Wildan Hilmi Ketua HMI Surabaya, Dani Nurcholish Ketua IMM Surabaya, dan Melinda Nuur Pratiwi aktivis perempuan.

Arif An menyoroti perhatian yang lemah dari partai politik terhadap generasi now. Hal itu bisa dilihat dari politik anggaran di parlemen. “Anggaran Karang Taruna setahun cuma Rp 10 juta,” keluh Arif.

Wildan menambahkan, lanskap politik sekarang sudah berubah total terutama di kalangan pemilih generasi milenia dan generasi Z. “Tapi parpol tetap tidak mengubah pendekatan politik, tetap old fashioned,” kata Wildan.

Dani Nurcholis menambahkan, generasi zaman now sudah sangat dipengaruhi oleh media digital dan media sosial, dan karenanya pola rekrutmen pemimpin juga harus berubah. ” Siapa yang bisa mendekati aspirasi generasi now dia akan jadi pemimpin meskipun bukan tokoh,” kata Dani.

Melinda Pratiwi menyoroti lemahnya perhatian parpol kepada pemilih perempuan yang banyak termarginalisasi. Perempuan hanya dieksploitasi untuk mobilisasi politik tapi haknya masih diabaikan.

Sedangkan Dhimam Abror mengingatkan bahwa media sosial dan media digital mendominasi komunikasi politik. “Tetapi, komunikasi personal face to face tetap tidak bisa digantikan oleh media konvensional maupun media digital,” kata Dhimam yang menjadi caleg PAN untuk DPR RI dalam pemilu 2019.

Basuki Babussalam menyatakan bahwa politik adalah masalah komitmen. “Kalau sampean mendukung saya di pemilu legislatif pasti saya memperjuangkan kepentingan sampean,” pungkas Basuki. (ror)

Tinggalkan Balasan