Rab. Jan 27th, 2021

EdaMoz, Terobosan Ketua PAN Banyuwangi Kembangkan Budidaya Edamame

2 min read
IMG 20201204 180122 - EdaMoz, Terobosan Ketua PAN Banyuwangi Kembangkan Budidaya Edamame

Amanat – Edamame, varian kedelai asal Jepang tengah populer sebagai camilan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satu kader PAN asal Banyuwangi melihat kelebihan edamame tersebut sebagai peluang ekonomi yang memiliki prospek cerah.

Sugiarto, yang merupakan Ketua DPD PAN Banyuwangi, sejak empat tahun lalu menggeluti budidaya komoditi pertanian ini. Bahkan ia berhasil mengembangkan edamame unggul yang diberinama EdaMoz, singkatan dari ‘edamame osing’. Osing adalah suku asli Banyuwangi.

“EdaMoz itu singkatan dari edamame osing, untuk menunjukkan bahwa edamame ini dibudidayakan di Banyuwangi,” kata Sugiarto

Sugiarto berharap budidaya edamame yang ditekuninya mampu menjadi alternatif peningkatan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19. Harapannya didasarkan pada komoditas edamame yang memiliki harga pasar stabil dan konsumen yang terus meningkat.

“Alhamdulilah, dilihat dari pasar komoditas edamame ini harganya stabil dan konsumen terus meningkat,” ujarnya.

Mengutip Healthline, edamame mengandung sekitar 12% protein, yang merupakan jumlah yang layak untuk makanan nabati. Biji hijau edamame menyediakan asam amino esensial yang membuatnya menjadi sumber protein berkualitas.

Menurut Sugiarto, karena nilai gizi edamame sangat baik maka ke depan akan terus berkembang. Akan ada produk turunannya seperti susu edamame cair ataupun bubuk, dan lain-lain.

Ini tentu membawa dampak positif bagi generasi muda, karena membuka peluang usaha baru. Sugiarto berencana melakukan edukasi produktivitas produk turunan edamame bagi generasi muda.

“Karena nilai gizi sangat baik ke depan pasti akan ada produk turunannya seperti susu kedelai cair ataupun bubuk, dan banyak hal lainnya. Apalagi ini dilakukan anak anak muda, pasti keren ” imbuh Sugiarto,

Sugiarto nemambahkan, panen edamame sudah bisa dilakuakn hanya enam puluh hari lima hari setelah penanaman. Bukan hanya itu, dahan dan daun yang tersisa dari hasil panen juga dapat dijadikan pakan ternak yang sangat baik.

“Panen hanya enam puluh lima hari saja dari tanam. Daun dan dahannya juga bisa untuk pakan ternak sapi jadi tidak ada yang terbuang sia sia,” pungkas Sugiarto.

Penulis : Vian
Editor : Heru K

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.