Zulhas berkhidmat total 24 jam

Amanat, Jakarta – Sabtu pagi (4/11) yang cerah. Jakarta relatif lengang. Jalan-jalan masih sepi dari hiruk-pikuk ibukota yang padat.

Sebuah bangunan kokoh di bilangan Jl Senopati, Jakarta Selatan, terlihat menggeliat dengan aktivitas. Beberapa orang saling sapa dan bersalaman.

Zulkifli Hasan, ketua MPR-RI yang juga ketua umum DPP PAN muncul dengan langkah ringan. Wajahnya cerah dan senyum mengembang, meski sedikit memantulkan kelelahan.

“Tadi malam saya ada acara sampai jam tiga pagi,” kata Zulhas sambil menyalami beberapa orang.

Zulhas langsung memasuki ruang rapat di DPP PAN di Jl Senopati.

Sepanjang pagi itu ia memimpin rapat bersama Sekjen Eddy Suparno.

Beberapa kali Zulhas melihat ponselnya dan berbicara dengan seseorang di ujung telepon.

“Saya mau ada acara dengan Ustad Abdus Shomad di masjid perumahan,” kata Zulhas sambil meletakkak ponsel.

Ia kemudian pamit kepada forum untuk menemui Ustad Abdus Shomad dan berjanji akan balik lagi ke Senopati untuk melanjut rapat.

Ustad Abdus Shomad, da’i yang sedang menjadi idola masyarakat mempunyai kedekatan dengan Zulhas karena mempunyai kesamaan pandangan untuk memperjuangkan Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Pagi hari sebelum merapat ke DPP Zulhas menyempatkan diri untuk bertemu keluarga karena kebetulan menantunya berulang tahun. “Tadi potong tumpeng kecil berempat saja sama anak, istri, dan mantu.”

Itu adalah tipikal kesibukan harian Zulhas. Jumat (3/11) Zulhas seharian mengadakan kunjungan kerja ke Banjarmasin. Dalam sehari ia mengikuti empat acara. Selain menjalankan tugas sebagai ketua MPR melakukan sosialisasi Empat Pilar, Zulhas bertemu dengan para anggota NA (Nasyiatul Aisyiah) Kalsel. Zulhas juga menemui Ismail, seorang anak muda yang bekerja sebagai penambal ban tapi sudah bisa berangkat haji bersama ibu kandungnya.

Ismail yang bekerja di kawasan Jl Jok Mentaya Banjarmasin bekerja keras dan menabung selama 10 tahun untuk bisa berhaji bersama ibunya.

“Alhamdulillah saya menabung sedikit demi sedikit dan akhirnya bisa ke Tanah Suci,” kata Ismail. Dia tidak menduga dikunjungi Zulhas dan mengatakan sangat bangga.

Malam hari Zulhas kembali ke Jakarta. Ia tidak balik ke rumah tapi langsung ke kantor Media Center DPP PAN di Jl Daksa, Jakarta Selatan.

Beberapa tokoh PAN berkumpul disitu, ada Sekjen Eddy Suparno, anggota DPR RI Saleh Daulay, Prof. Didik Rahbini dan beberapa tokoh lain.

24 jam1 - Zulhas berkhidmat total 24 jamPembicaraan berlangsung sampai dinihari. Perdebatan keras terjadi. Bahkan Didik Rahbini yang kalem sempat keras dalam perdebatan ketika di forum ada yang mengatakan tidak peduli PAN minim perolehan suara asal elektabilitas Zulhas tetap tinggi. Didik keras mereaksi pernyataan yang dianggap salah itu.

Zulhas sendiri ikut terlibat debat ketika di forum ada yang mengatakan bahwa posisi PAN di pemerintahan tidak jelas karena di satu sisi masuk dalam kabinet tapi di sisi lain menjadi “oposisi” seperti dalam kasus Perppu Ormas.

Didik Rahbini mengatakan perdebatan dalam rapat seperti itu hal yang wajar. “Saya tidak pernah semarah itu dalam lima tahun terakhir. Tapi hal itu wajar sebagai bagian dari dinamika,” kata Didik.

Zulhas juga tertawa-tertawa menanggapi hal itu. “Setahu saya baru kali ini terjadi persebatan sekeras itu sejak zaman Pak Amien Rais. Itu mirip perdebatan keras antara Pak Abdillah Thoha dan Pak AM Fatwa pada waktu itu,” Zulhas tersenyum lebar. (ror)

Tinggalkan Balasan