Sel. Nov 12th, 2019

Cuci darah mandiri bisa jadi pilihan pasien gagal ginjal

2 min read
gagal ginjal - Cuci darah mandiri bisa jadi pilihan pasien gagal ginjal

Amanat – Konsultan Ginjal dan Hipertensi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), dr. Jonny, Sp.PD-KGH, MKes, MM, menyayangkan kebijakan dokter di Indonesia yang langsung menganjurkan pasien gagal ginjal tahap akhir untuk langsung cuci darah.

“Banyak dokter di Indonesia yang tidak memberi kesempatan pasien untuk memilih pengobatan yang cocok menurut dirinya sendiri,” kata dr. Jonny.

Pernyataan tersebut disampaikan dr.Jonny  dalam seminar “Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Perawatan CAPD” yang diselenggarakan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) di Hotel Jusseny, Blok S, Jakarta, Minggu (5/11/2017).

CAPD adalah singkatan dari continuous ambulatory peritoneal dialysis atau yang sering disebut cuci darah mandiri.

“Apakah hemodialisa, apakah CAPD, apakah transplantasi ginjal, setiap dokter harus memberi arahan, penjelasan dan informasi yang jelas agar pasien bisa menentukan terapi apa yang sesuai dan cocok dengan keinginannya,” lanjut dr. Jonny di hadapan lebih dari seratus lima puluh pasien gagal ginjal.

gagal ginjal1 1 300x182 - Cuci darah mandiri bisa jadi pilihan pasien gagal ginjal
Pasien gagal ginjal berpose bersama setelah seminar “Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Perawatan CAPD”.

Lebih lanjut, dokter muda yang aktif dalam berbagai seminar tentang ginjal ini menjelaskan bahwa selain terapi cuci darah dengan mesin, pasien GGK (Gagal Ginjal Kronik) juga bisa menggunakan cuci darah mandiri dengan CAPD.

Dengan metode ini proses cuci darah mandirinya menggunakan membran peritoneum (rongga perut). Caranya, cairan dialisat dimasukan ke dalam rongga peritoneum, hingga terjadi proses penyaringan darah melalui membran peritoneum. Kemudian dialisat yang mengandung produk sampah tubuh dikeluarkan dari rongga peritoneum.

“Keuntungan terapi ini, si pasien tidak perlu datang ke rumah sakit, cukup dilakukan di rumah atau kantor,” jelas dr. Jonny.

Fungsi ginjal yang tersisa juga bisa bertahan lebih lama, bahkan bagi yang punya rencana untuk cangkok ginjal, perawatan ini sangat cocok. Keuntungan lain, pasien relatif lebih bebas makan buah dan sayur, serta asupan cairan.

“Juga tidak berhubungan dengan darah, artinya aman tertular hepatitis, HIV dan penyakit infeksi menular lainnya,” tegasnya

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPCDI, Tony Samosir, mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya sangat konsen melakukan kegiatan edukasi bagi pasien cuci darah.

“Kami aktif melakukan seminar di berbagai daerah. Selain edukasi, kami juga aktif memberi masukan kepada penentu kebijakan publik, agar kepentingan pasien benar-benar dilindungi,” ujar Tony saat memberikan kata sambutan. HK

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.