Catatan PAN JATIM di Hari Guru (3): Problem utamanya karena makin sempitnya lapangan kerja

Amanat – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memang telah mencanangkan Hari Guru Nasional 2017 untuk di momentum memperkuat berbagai kebijakan pemerintah terhadap guru.

“Semoga fokus terhadap masalah-masalah guru bisa tetap terjaga hingga tercipta solusi-solusi, dan kami akan berupaya untuk terus mendorong hal tersebut,” tandas Dr. A Basuki Babussalam, SH, MH. Sekretaris DPW PAN Jatim.

FILE016 - Catatan PAN JATIM di Hari Guru (3): Problem utamanya karena makin sempitnya lapangan kerja
Dr. A Basuki Babussalam, SH, MH. Sekretaris DPW PAN Jatim.

Problem guru honorer menjadi salah satu problem yang masih belum menemukan solusi paling ideal. “Guru honorer perannya tidak dapat dikesampingkan. Mereka secara nyata telah banyak berkontribusi mencerdaskan bangsa. Banyak yang bertugas di daerah terpenecil, terdalam, dan terluar. Terus mengabdi walau harus menempuh medan yang berat menuju sekolah, tapi hal itu tak sebanding dengan honor yang diterima,” kata Basuki.

Problem guru honorer, menurut Basuki, juga menjadi refleksi atas kondisi lapangan pekerjaan yang masih belum menjangkau seluruh anak bangsa. “Lapangan kerja memang menjadi problem serius, dan akan menjadi problem sosial jika tak segera diurai dengan kebijakan-kebijakan yang strategis dari pemerintah,” tandasnya.

Selain latar belakang pengabdian, lanjut Basuki, seseorang bersedia menjadi guru honorer karena kebutuhan akan lapangan kerja. “Sudah selayaknya pengabdian dan integritas mereka dalam menekuni pekerjaan bisa mendapatkan porsi perhatian yang lebih baik dari pemerintah,” pungkas Basuki.//CW

Tinggalkan Balasan