Sen. Jul 6th, 2020

Bongkar Penimbunan Gula, Anggota F- PAN Geram Terhadap Disperindag Jatim

2 min read
IMG 20200520 192653 - Bongkar Penimbunan Gula, Anggota F- PAN Geram Terhadap Disperindag Jatim

Amanat.news – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur terkesan membiarkan aksi penimbunan gula kristal putih yang terletak di Lamongan. Anggota F-PAN DPRD Jatim Amar Syaifudin pun dibuat geram atas sikap Disperindag Jatim yang seolah tutup mata atas aksi penimbunan tersebut.

“ Lokasi penimbunan di Jalan Simpang Kusuma Bangsa Lamongan. Di salah satu gudang terdapat 40 ton dibeli dari PT KTM (Kebun Tebu Mas) Lamongan dan 100 ton dari PT Rejoso Manis Indo (RMI) Blitar,” jelas Amar Syaifudin di Surabaya, Rabu (20/5/2020).

IMG 20200417 200806 1024x698 - Bongkar Penimbunan Gula, Anggota F- PAN Geram Terhadap Disperindag Jatim
Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim dari F PAN Amar Syaifudin

Atas temuan tersebut, Amar yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim ini mengaku sudah melaporkan ke pihak Disperindag Jatim dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Jatim. Namun laporan yang sudah dilakukan tiga minggu lalu itu tidak direspon oleh pihak terkait. Padahal, kata Amar, aksi penimbunan tersebut telah merusak tata niaga gula Indonesia, khususnya Jatim.

“Ini jelang Lebaran tentunya mereka bisa memainkan harga gula nantinya. Ini jelas mengganggu tata pangan di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Amar, gula-gula itu datang secara bertahap dengan tanggal berbeda. Pada 7 Mei 2020 datang gula dari PT RMI sebanyak 100 ton. Sebelumnya, 26 April 2020, datang kiriman dari PT KTM sebanyak 40 ton. Modus yang dilakukan penimbun yaitu dengan menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku saat ini.

“ Mereka menjual ke pasaran harga kisaran Rp.14.500 hingga Rp 15.700. Sedangkan HET yang ada saat ini seharga Rp 12.500. Ini jelas ada permainan harga gula di tingkat distributor gula sehingga mengakibatkan harga gula naik di Jatim bahkan di Indonesia,” jelas politisi PAN yang pernah menjabat wakil bupati Lamongan itu.

Sebenarnya, kata Amar, stok gula di Jatim surplus bahkan bisa memasok kebutuhan gula di Indonesia. Namun, karena ada permainan ini gula menjadi langka dan harganya tinggi. Amar pun mengaku kecewa atas kinerja Disperindag Jatim dan jajarannya yang tak mampu mengatur tata niaga gula.

“ Seharusnya mereka ini yang mengontrol perdagangan gula di Jatim. Namun, faktanya mereka diam saja terhadap aksi penimbunan gula tersebut. Bahkan seperti tutup mata ketika saya lapori adanya kegiatan penimbunan tersebut,” sambungnya.

Amar mengatakan Komisi B DPRD Jatim sudah mengunjungi sejumlah pabrik gula di Jatim baik yang dikelola swasta maupun BUMN untuk memastikan ketersediaan dan harga gula di Jatim.

“Ada beberapa yang sudah kami kunjungi antara lain untuk pabrik swasta ada PT KTM Lamongan, PT Kebon Agung Malang dan PT RMI Blitar. Sedangkan untuk pabrik yang dikelola oleh BUMN antara lain Pabrik Gula Krebet Baru Malang milik PT RNI (Rajawali Nusantara Indonesia), Pabrik Gula Gempol Kerep Mojokerto milik PTPN X dan Pabrik Gula Pesantren Baru, Kediri milik PTPN X,” papar legislator yang terpilih dari Dapil Lamongan – Gresik itu.

Atas temuan penimbunan gula di Lamongan, kata Amar, Komisi B berencana memanggil Disperindag Jatim dan Satgas Pangan Jatim. Dengan pemanggilan tersebut, ia berharap ada aksi nyata dari pihak-pihak berwenang untuk melakukan penindakan terhadap aksi penimbunan gula.

“Kami jadwalkan usai Lebaran pada tanggal 28 Mei 2020 nanti, akan kami panggil mereka atas temuan ini,” pungkas Amar. HK

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.