Basuki Babussalam: PAN siap menampung gagasan kreatif generasi milenial

Amanat – Banyak orang berpendapat jika anak-anak muda (generasi milenial) kurang daya kristisnya. Hal itu lantaran, karena mereka dianggap kurang mau membaca, karena terpengaruh budaya baca materi yang ringkas layaknya twitter yang cuma 140 karakter.

“Namun, saya memiliki pandangan yang agak berbeda. Generasi milenial ini anak-anak muda yang canggih, ia bisa mengakses sumber informasi dari arah mana saja. Lihat saja ketika ada kasus politik yang mencuat menjadi trending topik di media sosial. Mereka memberikan respon dengan beragam cara. Bukan hanya komentar pedas tapi juga membuat bentuk-bentuk satire yang kadang di luar dugaan. Mereka adalah orang-orang cerdas,” urai Dr. Basuki Babusalam, Sekretaris DPW PAN Jawa Timur.

Gerakan-gerakan sosial yang digagas anak-anak muda, lanjut Basuki, bisa menyeruak dengan cepat, lebih masif, dan mengagetkan banyak pihak. gerakan yang menyulut emosi dan simpati kemanusiaan akan cepat menjadi viral.

Gerakan sosial itu bisa saja menjelma jadi beragam bentuk, termasuk dalam kehidupan politik.

Menurut Basuki, gerakan itu akan menjadi sebuah perjuangan yang bisa menghasilkan kebajikan jika dilakukan dalam konteks gerakan politik dalam wadah politik.

“PAN sebagai partai politik modern yang bersifat terbuka dan mandiri bisa menjadi penghubung bagi gerakan-gerakan yang digagas generasi milenial,” kata Basuki.

Oleh karenanya, menurut Basuki, PAN mendorong generasi milenial agar lebih peduli dengan kondisi politik dan tak hanya sekadar mengkritik, namun membuat gagasan untuk mendorong perubahan melalui Partai Amanat Nasional. CW

 

Tinggalkan Balasan