Bantu Kekeringan di NTT, Muhammadiyah Gelar Gerakan Tutup Bumi

Amanat – Kekeringan menjadi problem sepanjang masa bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di Pulau Timor. Intensitas curah hujan yang relatif kecil serta kondisi alam yang tak memadai membuat kekeringan di Pulau Timor pun menjadi problem yang cukup serius.

Kondisi demkian menggerakkan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk melakukan sebuah program strategis di provinsi yang dikenal sebagai pengghasil kayu cendana tersebut. Program itu bernama Gerakan Tutup Bumi.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin mengatakan, program tersebut dilakukan di Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT.

“Gerakan Tutup Bumi adalah kegiatan penghijauan atau reboisasi,” ujar. Gerakan itu dipilih menjadi strategi jangka menengah dalam menyelesaikan persoalan kekeringan, mengingat salah satu penyebab minimnya air tanah adalah karena tak banyak vegetasi di kawasan tersebut.

Program reboisasi tersebut dilakukan dengan menanam beberapa jenis tanaman seperti pohon trembesi, pohon beringin, mahoni dan pohon mangga. “Tanaman itu dipilih karena dinilai optimal dalam menyediakan air tanah yang tidak terlalu dalam,” kata dia.

Kondisi saat ini, untuk membuat sumur warga harus melakukan pengeboran hingga kedalaman 200 meter! Masyarakat di daerah tersebut yang mayoritas merupakan masyarakat asli Tmor pun tak jarang harus mencari air bersih di sumber mata air yang jaraknya sekitar tujuh kilometer, yang ditempuh dengan berjalan kaki.

Bukan hanya menamam pohon, MPM PP Muhammadiyah juga melakukan pengeboran sumur, pembuatan penampungan air hujan, pertanian lahan kering serta memberi pendidikan melalui pendirian sekolah dasar (SD).//cw-suaramuh

Tinggalkan Balasan