Azza Irene Mufia: Perempuan Jangan Takut Berpolitik

Amanat – Azza Irene Mufia melihat ketertarikan perempuan dalam dunia politik di Indonesia saat ini cukup besar. Kemajuan tekhnologi informasi membuat perempuan lebih mudah bersuara dan semakin didengar. Lewat media sosial misalnya, banyak perempuan di Indonesia berani mengungkapkan pandangan-pandangan politiknya.

“Intinya perempuan jangan takut untuk berpolitik. Harus sadar bahwa politik itu penting. Satu lagi, ibu-ibu jangan lagi menanamkan kepada anak-anaknya untuk takut pada politik,” pesan Wakil Sekretaris Bidang Sistem Informasi, Publikasi & Media DPW PAN Jawa-Timur ini.

Sebelum menjadi pengurus partai seperti saat ini, Azza sebenarnya memiliki pandangan negatif terhadap dunia politik. Seperti sebagian orang, Azza melihat bahwa dunia politik identik dengan intrik, tipu-tipu, dan hal-hal kotor lainnya.

Kesadaran politiknya mulai muncul saat bertemu dengan Kusnariyati Sri Rahayu dalam sebuah acara PAN di Surabaya, 2 tahun lalu. Istri pendiri PAN, Amien Rais, tersebut, berkata kepadanya bila semua orang baik berpikiran bahwa politik itu kotor dan jahat, maka benar politik akan dikuasai oleh orang-orang yang tidak baik.

“Termasuk perempuan, bagaimana kita bisa melahirkan sebuah kebijakan yang pro perempuan sementara yang peduli dengan itu tidak mau berpolitik,” kata wanita ayu 43 tahun ini menirukan perkataan Bu Amien.

Sejak itulah muncul ketertarikan pada dunia politik, tumbuh rasa harus peduli. Lulusan Sekolah Tinggi Komunikasi Surabaya (STIKOSA) ini mulai berpikir bahwa berpolitik itu penting. Karena berkaitan dengan keluarnya kebijakan yang menguasai hajat hidup banyak orang.

“Kalau yang melahirkan kebijakan itu bukan orang-orang yang baik, bagaimana nanti hasilnya? Pasti akan timbul kebijakan yang hanya menguntungkan golongan tertentu,” ungkap anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Muhammad Muhfti dan Chosijah Alfiati ini.

Dengan pemikiran seperti itu, kemudian Azza memutuskan untuk bergabung dengan Partai Amanat Nasional. Dia memilih PAN sebagai rumahnya berpolitik karena melihat partai ini merupakan partai agamis yang didirikan oleh politisi idolanya, Amien Rais.

Istri Don Aryadien ini juga menilai PAN sebagai partai yang memiliki sikap tegas dalam berpihak kepada rakyat. Meski menjadi partai pendukung pemerintah, tapi bukan mendukung secara membabi-buta. Untuk kebijakan yang menurut PAN tidak berpihak pada rakyat, PAN berani menentang.

“Memang ada partai agamis lain, tetapi menurut saya hanya PAN yang mampu bersuara untuk mewakili mereka-mereka yang terdholimi. Makanya saya merasa pas masuk PAN,” kata sarjana yang lulus cumlaude dengan IPK 3,74 ini. HK

Tinggalkan Balasan