Ayo gabung PAN untuk Bangun DPR yang Berintegritas

AMANAT – Mengkritik dan mencaci maki di zaman kebebasan seperti sekarang ini memang semua orang bisa. Tapi itu tak akan menjadi langkah strategis secara politis jika Anda tak bergabung dengan partai politik dan mencalonkan diri menjadi calon legislatif.

Sampai saat ini, kecaman, kritikan dan bahkan olok-olok masih sering dialamatkan kepada DPR. Bahkan, ada yang menyebut bahwa DPR tengah mengalami kemerosotan citra yang katanya tengah mengalami keruntuhan ke titik yang paling nadir.

Meskipun para pengkritik itu gagal menunjukkan kemerosotan yang dimaksud dibandingkan dengan DPR periode yang mana, setidaknya demikianlah citra DPR sekarang ini terpatri. Apalagi, penilaian minor tersebut kemudian mendapatkan justifikasi dan legitimasi dari beberapa survei. Tak mengherankan jika saking buruknya citra politisi, konon kabarnya makin sedikit saja orang yang berminat menjadi politisi partai.

Dan fakta yang sebenarnya membangun DPR yang kuat dan berwibawa itu tidak semudah mengkritiknya.

Mengkritik dan mencaci maki di zaman kebebasan ini memang semua orang bisa. Toh, DPR tidak akan begitu saja menjadi kuat hanya dengan kritik dan caci maki yang cenderung overdosis itu.

Membangun DPR yang kuat dan berwibawa sebenarnya dimulai dari pekerjaan menyusun daftar caleg yang mutlak harus berisi politisi yang memiliki kredibilitas, kapabilitas, dan integritas yang baik. Dan ini bukan pekerjaan yang mudah.

Salah satu penyebabnya adalah bahwa kebanyakan aktivis kelas satu atau tokoh-tokoh yang selama ini gemar melancarkan kritik keras terhadap DPR nyatanya tidak memiliki keberanian politik untuk menjadi caleg.

Ada ambiguitas sekaligus sikap ambivalen di sana: di satu sisi menginginkan DPR kuat, tetapi di sisi lain hitung-hitung jika ditawari menjadi caleg. Bahkan mereka enggan atau malu menjadi politisi partai.

Basuki 221x300 - Ayo gabung PAN untuk Bangun DPR yang Berintegritas
DR A Basuki Babusalam

“Menilik sikap yang demikian, rasanya kita pun sangsi dengan keseriusan yang menghendaki lahirnya parpol yang kuat, yang bisa menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik. Jadi jika ingin mewujudkan cita-cita untuk membuat parpol yang kuat dan membangun DPR yang berwibawa, satu-satunya jalan adalah bergabung dengan partai politik dan mencalonkan diri menjadi anggota dewan,” tandas Basuki Babusallam, sekretaris DPW PAN Jawa Timur.

Berada di luar pagar (non partisan) memang lebih ‘aman’, namun hal itu jauh dari langkah strategis sekalisgu ideal untuk turut serta membenahi bangsa ini.

“Untuk itulah PAN Jawa Timur membuka seluas-luasnya siapa pun untuk bergabung dan mendaftarkan diri menjadi caleg Partai Amanat Nasional. Sudah saatnya kita tidak lagi berdiri di luar pagar, namun turut bertanggungjawa membenahi bangsa dengan berpolitik di parlemen,” lanjut Basuki.

Tinggalkan Balasan