Atasi masalah seks dengan hipnoterapi

Amanat – Hipnoterapi bisa mencegah terjadinya masalah seks dalam rumah-tangga. Suami-istri yang ingin meningkatkan kemesraan bersama bisa mempelajari hypnosis for sex.

Menurut praktisi hipnotis Yus Santos, MM Cht, untuk melakukan terapi hipnotis, terutama yang berkaitan dengan masalah seks, klien harus digali persoalannya terlebih dulu.

“Seorang hipnoterapis harus mendengar cerita si klien, baik dalam keadaan sadar maupun hypnotic state. Dalam keadaan hipnotis, saat bawah sadarnya rilek, hambatan-hambatan seperti malu, takut, dan lain-lain, tidak ada lagi,” jelas praktisi dari Surabaya itu.

Penggalian persoalan itu disebut hipnoanalisis, yang antara lain terdiri dari age regression (regresi umur ). Orang dikembalikan ke masa lalu atau masa kecil saat pertama kali mendapatkan masalah itu.

Beberapa metode terapi kemudian digunakan, mulai induksi, bahasa sugesti yang digunakan untuk masuk pikiran bawah sadar, hingga termination atau mengakhiri terapi.

Keberhasilan terapi juga ditentukan oleh kemauan, keikhlasan dan kesungguhan klien untuk masuk ke alam bawah sadarnya. Kemudian tingkat sugestibilitas yang dimiliki klien.

“Sugestibilitas adalah istilah dalam ilmu hipnotis yang berarti kemampuan seseorang untuk menerima sugesti bawah sadar,” jelas Yus.

Sugestibilitas seseorang bisa ditingkatkan dengan hypnotic training.  Latihan ini diperlukan karena setiap manusia memiliki tingkat sugestibilitas berbeda-beda. Hypnotic training akan meningkatkan sugestibilitas dari rendah ke moderat, dari moderat ke tinggi.

Meski penyembuhan lewat hipnoterapi permanen, seorang hipnoterapis akan memberikan pelatihan self hypnotherapy bagi klien. Gunanya untuk menguatkan, karena pasangan suami-istri sama-sama bisa menghipnosis.

Untuk menguatkan, bisa pula dengan metode visualisasi dan afirmasi. Metode visualisasi, klien dibawa agar bisa melatih diri sendiri dengan membayangkan dalam keadaan rileks apa yang sudah diterapikan. Dengan dibayangkan, hasil terapi akan lebih kuat lagi.

Sedangkan affirmasi adalah peneguhan. Contohnya dengan perkataan “saya bisa, saya bisa” yang dihayati secara emosional.

Dalam metode visualisasi, hipnoterapis kadang juga memberikan anchoring, yaitu sebuah tanda atau jangkar dalam pikiran kita untuk mengingat terapi yang sudah diberikan.

“Anchoring, seperti seseorang yang ketika mendengar lagu atau melihat benda tertentu langsung ingat seseorang atau kejadian yang pernah dialaminya,”jelas Yus..

Contoh anchoring adalah seorang istri yang mengalami kesulitan mencapai kenikmatan seksual. Masalahnya selesai setelah hipnoterapis memberikan anchor bayangan ciuman kening atau pelukan sang suami.

“Hasilnya, ketika teringat ciuman dan pelukan itu, dia bisa langsung bergairah,” ujar Yus. HK.

 

Tinggalkan Balasan