Akidah Politik

Amanat – Kata akidah, dalam kamus besar bahasa Indonesia (Gita Media Press), diartikan keyakinan dasar, kepercayaan pokok. Akidah dalam agama, diartikan sebagai pokok dari keimanan seseorang dalam menyembah Tuhan.

Ustad Abdurrahim Nur, ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional Jawa Timur yang pertama, yang pada saat itu juga merangkap sebagai ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, dalam pengajian rutin hari Rabu di masjid yang juga kompleks kediaman beliau di Porong menyampaikan, bahwa akidah adalah dasar dari semua tahapan pembangunan manusia. Kalau mau membangun manusia, awalilah dengan membangun akidahnya. Ketika akidah seseorang itu bagus, maka orang itu akan mudah disuruh ber-ubudiah, dan ber-amalah, sesuai dengan keyakinannya.

Dalam pusaran peradaban manusia, salah satu contoh akidah paripurna adalah bagaimana Nabi Ibrahim mencari Tuhan. Berangkat dari dasar. Keyakinan mencari Tuhannya dibangun setahap demi setahap. Hingga puncaknya, Ibrahim mendapatkan hidayah berketuhanan, bahwa Allah adalah Tuhan semesta alam. Ketika akidahnya sempurna, perintah apapun dijalankan. Bahkan ketika berhadapan dengan maut, menghadapi kobaran api yang akan membuat tubuhnya dibakar, sikapnya tetap kokoh. Pun ketika tiba perintah untuk menyembelih putra terkasih, dengan keyakinan penuh dia menjalankan perintah itu. Walaupun kemudian, Allah menurunkan keajaiban dengan menukar sang putra terkasih yang akan disembelih dengan seekor domba.

Dalam tuntunan kitab suci, kita diajarkan betapa keyakinan juga menuntun para nabi bisa mencapai keberhasilan dalam perjuangan dakwahnya. Berbekal keyakinan, nabi Nuh membangun kapal yang akhirnya menyelamatkan peradaban umatnya. Berbekal keyakinan bahwa pertolongan Allah akan menyelamatkannya, maka nabi Musa bisa membelah laut merah dan menyelamatkan umatnya yang terkepung pasukan Fir’aun. Berbekal keyakinan, 300-an pasukan Nabi Muhammad berani dan akhirnya menang menghadapi ribuan musuh dengan senjata dan kekuatan yang jauh lebih kuat dalam perang Badar. Dengan berbekal keyakinan, sudah ada berjuta keajaiban  dalam peradaban kemanusiaan.

Belajar dari risalah kemanusiaan soal akidah dan keyakinan, kita tidak perlu lagi bertanya, apakah dalam perjuangan politik juga diperlukan sebuah keyakinan. Jawabnya sudah barang tentu pasti. Perjuangan politik seringkali menjadi senyawa dari perjuangan peradaban. Dari perjuangan politik minoritas orang, bisa menjadi revolusi peradaban yang bisa membolak balik kisah kehidupan manusia.

Kita tidak bisa abai, bahwa jika serius dan ingin menata betul perjuangan, maka keyakinan atau akidah politik kita harus di tata dengan sempurna. Setidaknya sempurna dalam ukuran kita. Sudah tahu dan paham betulkah kita dengan politik dan partai politik yang kita ikuti? Sudah betulkan bahwa nilai perjuangan politik yang kita jalankan sesuai dengan denyut harapan dalam nadi kehidupan kita yang terdalam. Sudahkah perjuangan kita, langkah kita, gerak kita, hembusan nafas kita, selaras dengan misi perjuangan politik yang kita ikuti dan kita yakini.

Kita harus banyak membaca. Mengeksplorasi nilai. Mengurai sedalam mungkin setiap sisi perjuangan yang ada pada visi politik yang kita ikuti. Jika semua nilai itu telah bersenyawa dan terbangun menjadi sebuah keyakinan yang terdalam, maka kita akan mampu menjadi figur sebagaimana kisah para pejuang nilai kebenaran, yang kisahnya selalu menjadi panutan dalam perjalanan perubahan, dari satu jaman ke jaman yang lain. Para tokoh yang setiap gerak, setiap langkah, dan setiap helaian nafas kehidupannya, adalah bagian dari perjuangan suci yang dia yakini. Selamat berproses.

(A Basuki Babussalam, bermukim di : istanakambing@yahoo.com)

Tinggalkan Balasan