Agus Maimun : Harus Selalu Terhubung dengan Konstituen

Amanat – Bendahara DPW PAN Jatim yang juga ketua fraksi PAN DPRD I Jatim, Agus Maimun, membagi pengalaman bagaimana berhasil melenggang menjadi anggota legislatif. Menurut Agus, sebenarnya yang dilakukannya adalah cara-cara normative seperti dalam teori-teori politik.

Pertama, ada proses untuk dikenal oleh masyarakat di daerah pemilihan. Untuk meningkatkan popularitas ini, berbagai cara bisa dilakukan. Bisa mengadakan pertemuan-pertemuan dengan warga, kampanye dengan berbagai media (baliho, radio, koran, dan media massa lain), dan lain-lain. Intinya adalah membuat nama dan profil diri kita dikenal oleh calon pemilih.

Setelah dikenal, langkah selanjutnya adalah bagaimana agar kita disukai. Berupaya meyakinkan masyarakat di dapil bahwa kita memiliki karakter yang layak untuk mereka sukai. Kemudian meningkatkan elektabilitas dengan menekankan jalinan emosional dengan warga.

“Ini bisa diawali melalui jaringan tradisional yang kita punya, baik itu saudara, kerabat, maupun teman, kemudian diperluas lewat jaringan apapun,” jelas wakil rakyat yang berangkat dari dapil 9 Jawa-Timur (Kabupataen Bojonegoro, Kabupaten Tuban) itu.

Setelah 3 tahapan tersebut dilakukan, langkah selanjutnya adalah memaintenance atau merawat yang sudah diraih. Di sini, komunikasi politik dengan warga kembali penting dilakukan sebagai upaya untuk menjadi bagian dari mereka.

amai1 - Agus Maimun : Harus Selalu Terhubung dengan KonstituenMenurut Agus, meski dalam politik itu biaya atau logistik adalah sebuah hal yang tak bisa dihindari, menjadi tidak berarti bila tidak dada ikatan emosional dan jaringan yang kuat. Dalam politik juga ada keterkaitan antara momentum dan strategi yang diambil. Maka pengamatan yang tepat terhadap momentum-momentum penting bisa menjadi bagian maintenance secara sosial politik.

“Prinsipnya kita harus selalu terhubung dengan konstituen kita,” kata Agus.

Perkembangan peradaban, terutama yang berkaitan dengan tekhnologi dan informasi, juga harus diperhatikan. Misalnya saat ini, perkembangan tekhnologi informasi berupa media sosial memiliki pengaruh besar dalam politik. Bahkan jaringan internet pun telah sampai ke pelosok pedesaan. Kemajuan tekhnologi ini bisa menjadi alat untuk meraih dukungan, apalagi bila calon pemilih yang disasar adalah kaum muda pengguna medsos.

Agus memiliki pengalaman soal itu. Di 2014 lalu, maraknya medsos mempengaruhi media kampanye yang dia gunakan. Konstituen yang 45 persen lebih adalah anak muda, membuat Agus berkonsentrasi memaksimalkan kampanye lewat media sosial dan cara-cara kreatif lain. Dengan media sosial, dia merasakan betul  di satu sisi dimudahkan komunikasinya dengan konstituen, di sisi lain dia tidak boleh menutup diri.

“Justru kita harus mempunyai strategi bagaimana mengkomunikasikan kepada publik lewat medsos dengan cara arif dan bijaksana,” pungkas Agus.  HK

Tinggalkan Balasan