Rab. Okt 16th, 2019

Agar Berakhir Damai, Polwan Hadapi Demo Cara Islami

2 min read
demo8 - Agar Berakhir Damai, Polwan Hadapi Demo Cara Islami

Amanat.news – Pepatah mengatakan jangan hadapi kekerasan dengan kekerasan, emosi dengan emosi pasti akan terbakar. Tampaknya itu betul-betul diterapkan oleh Polda Jatim dalam menghadapi aksi demo mahasiswa bertajuk Surabaya menggugat yang digelar di depan gedung DPRD Jawa Timur (26/9/2019). Dengan menerjunkan 1 kompi  Polwan dan semua perpakaian Islami (berjilbab) sambil melantunkan bacaan Asmaul Husnah, ahirnya suasana lebih kondusif dan berakhir dengan damai.

polwan 300x168 - Agar Berakhir Damai, Polwan Hadapi Demo Cara Islami
3 Srikandi Polwan terus memimpin bacaan Asmaul Husnah

Sejak awal Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menginginkan aksi yang digelar mahasiswa dalam harus dalam kondisi damai. “Dan kami menjamin tidak ada kekerasaan untuk itu kita hadirkan Polwan untuk menyambut dengan lantunan bacaan Asmaul Husnah, agar hati dan suasana tetap dingin,” ujar Luki.

Tentu saja bacaan Asmaul yang dilantunkan tidak terus menerus tetapi jika demontran berorasi maka pihak Polwan berhenti, dan secara bergantian, sambil tetap diselingi himbauan agar pada demontran tidak terprovokasi untuk menjurus pada aksi aksi anarkis.

Mahasiswa yang terus mengalir sejak pukul 10.00 Wib hingga pukul 14.00 masih banyak yang berdatangan, awalnya mereka saling menyampaikan orasi bergantian dari perwakilan perguruan tinggi masing masing untuk menuntut agar beberapa UU yang bermasalah untuk dibatalkan, namun sore harinya setelah Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho menemui pendemo di sisi timur justru mematik keributan.

polwan1 300x181 - Agar Berakhir Damai, Polwan Hadapi Demo Cara Islami
Pasukan Polwan Polda Jatim membikin suasana demo jadi sejuk

Para mahasiswa yang berorasi dengan menggunakan mobil komando di tengan tepat dipintu gerbang gedung DPRD Jatim justru meminta petinggi DPRD dan Kapolrestabes Surabaya juga menyamaikan komitmennya di tengah tengah mereka, sebelum direspon akhirnya massa merengsek maju dan mencoba merobohkan kawat berduri, bahkan sempat terjadi bentrokan kecil yang berawal dari lemparan botol minuman dan aksi saling dorong, namun tidak lama akhirnya Kapolrestabes naik ke mobil komando dan berjanji Pimpinan DPRD juga hadir menemui demontran.

Kembali Kusnadi dan Sahat Simanjuntak didampingi Sandi Nugroho akhirnya menemui pendemo yang ada di barisan tengah. Kusnadi berjanji akan menyampaikan aspirasi para mahasiswa kepada Ketua DPR-RI, untuk itu mahasiswa diminta untuk membuat surat tuntutan secara tertulis dan di tandatangani oleh ketua DPRD Jatim, bahkan mahasiswa minta tanda tangan tersebut di atas materai.

Seusai penandatanganan tersebut akhirnya mahasiswa berangsur-angsur pulang sejak pukul 17.00 Wib. Namun masih ada beberapa kelompok mahasiswa yang masih di lokasi sambil orasi untuk menuntut temanya yang ditanggap polisi segera dikeluarkan, setelah salah satu mahasiswa yang diamankan polisi keluar, tepat pukul 17.30 Wib mereka akhirnya membubarkan diri. (kat)

Tinggalkan Balasan

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.