Abdul Hakim Bafagih Peserta Terbaik LKAD Lolos ke Senayan

amanatnews.com – Abdul Hakim Bafagih (26 tahun) merupakan sosok milinial yang lolos ke senayan sebagai anggota DPR-RI melalui Partai Amanat Nasional (PAN) dari Dapil Jatim 8 yang meliputi Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto dan Kota Mojokerto. Pria kelahiran Jember yang baru menyelesaikan study di Tehnik Industri Ubaya 2 tahun lalu, ini langsung terjun kepartai politik, tentu saja karena keluarga besarya semua tokoh tokoh PAN, Hakim mengikuti jejaknya, hingga kini dipercaya sebagai ketua BM-PAN Kota Kediri.

Hakim yang menempati nomor urut 2 dinyatakan lolos setelah mengantongi 56.848 suara, yang merupakan suara tertinggi dari Caleg PAN di dapil 8, dengan perolehan total suara PAN 146.946. Sedangkan Denada  nomor urut 1  menempati rangking  kedua  dengan perolehan suara 43.573.

05 Abdul Hakim saat menerima piagam sebagai peserta LKAD terbaik 300x200 - Abdul Hakim Bafagih Peserta Terbaik LKAD Lolos ke Senayan
Abdul Hakim saat menerima piagam sebagai peserta LKAD terbaik

Sejak niat terjun ke politik Hakim optimis bisa memenuhi target, tentu saja begitu DPW PAN Jatim mengumumkan ada Latihan Kadera Amanat Dasar (LKAD) sebagai persyaratan pencalegan Abdul Hakim langsung mendaftar. Keseriusan Abdul Hakim dalam mengikuti pengkaderan membuahkan hasil begitu menjelang penutupan namanya disebut sebagai peserta terbaik bersama 11 peserta lainnya.

Penampilan mantan ketua SMA Al-Hikmah Surabaya 2008-2009 selama mengikuti pelatihan cukup sederhana, dan mudah bergaul dengan peserta lain meskipun dilihat usianya masih tergolong muda diantara peserta yang ada. Jiwa sosialnya tinggi hal ini terlihat ketika menjelang penutupan langsung berinisiatif membuka dompet peduli pondok, seluruh peserta LKAD diminta untuk mengulurkan tangan seiklasnya guna disumbangkan ke pondok Darussalam yang ditempati sebagai lokasi LKAD.

05 Abdul Hakim kanan stelah mendapat ucapan selamat dari Ketua Umum DPP PAN oke 300x225 - Abdul Hakim Bafagih Peserta Terbaik LKAD Lolos ke Senayan
Abdul Hakim (kanan) dan Slamet Ariyadi (tengah) mendapat ucapan selamat dari Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan

Diakui pemuda yang pernah mengenyam pendidikan Tehnik Mesin di ITS Surabaya hanya setahun ini, saat mengikuti LKAD banyak ilmu yang didapat, serta wawasan politik semakin terbuka dan strategi yang diajarkan para instruktur cukup relevan untuk dilakukan saat kampnye berlangsung pada pemilu 2019 yang lalu.

Posturnya yang tinggi 170 cm dengan berat 70 kg merupakan sosok altletis yang idial, tidak heran jika pemuda yang masih lajang ini ditunjuk sebagai Founder Freeletics (komunitas olahraga) di kota Kediri. Meskipun usianya masih terbilang relatif muda tetapi telah sukses menjalankan usaha perdangan kulit hewan sebagai direktur CV Sidomulyo dan anggota pengawas yayasan pendidikan Rahmad Kediri.

Sebagaimana diamanatkan partai visi Hakim sebagai Calon Anggota DPR-RI tentu sejalan dengan visi misi Partai Amanat Nasional, yaitu membentuk masyarakat madani yang adil & Makmur, menciptakan pemerintahan yang baik & bersih, menjadikan Indonesia yang demokratis & berdaulat, serta diridhoi Allah SWT, Tuhan Yang maha Esa.

05 Abdul Hakim aktif bertanya dan memberikan pendapat dalam LKAD 300x200 - Abdul Hakim Bafagih Peserta Terbaik LKAD Lolos ke Senayan
Abdul Hakim aktif bertanya dan memberikan pendapat dalam LKAD

Sedangkan misinya juga tidak jauh berbeda dengan misi PAN karena pada kenyatanya menurut Hakim Legislatif itu adalah kepanjangan tangan dari partai, sehingga misinya juga sejalan yaitu menjadi kader berkualitas & militan, lebih dekat & membela rakyat, menjadikan PAN partai modern serta menjadikan Indonesia baru yang demokrasi, makmur, maju, mandiri dan bermartabat. “Dan yang lebih penting adalah mewujudkan tujuan negara yang adil dan makmur,” ujar Hakim.

Hakim mengatakan, intinya cukup sederhana, semoga saat duduk di parlemen sebagai anggota DPR-RI yang bisa berbuat dan bermanfaat bagi masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, menyambungkan aspirasi rakyat dari tingkat bawah dan memaksimalkan peningkatan kesejahteran, memperpendek jurang pemisah antara si miskin dan si kaya serta mampu mengontrol pemerintahan agar bersih dan berwibawa. (KaT)

 

Tinggalkan Balasan